Tampilkan postingan dengan label Console. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Console. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Oktober 2014

Goyang Itik Bersama Magic Rubber Duck dari Simpleton Game

Magic Rubber Duck
Ada game baru dari Simpleton Game yang mengajak kamu bergoyang itik. Setelah cukup sukses dengangame Galactic Rush-nya, baru-baru ini mereka kembali merilis sebuah game yang berjudul Magic Rubber Duck. Game ini sudah bisa kamu unduh di Google Play dan Windows Phone sejak 7 Oktober 2014.
Magic Rubber Duck memiliki latar belakang berupa spin-off dari cerita Jack and The Beanstalk, di mana Jack menemukan sebuah kacang ajaib yang menembus hingga negeri di atas awan. Di sana terdapat seorang raksasa dengan peliharaan angsanya yang bisa mengeluarkan telur emas. Bedanya di game ini, di negeri awan Jack hanya menemukan seekor bebek karet ajaib yang bisa mengeluarkan apa pun yang kamu mau!
Tapi ada syaratnya, kamu harus menggoyang bebek tersebut dengan cara yang benar dan dalam waktu tertentu. Untuk itu, kamu harus menyentuh angka yang ada di layar sesuai dengan urutannya. Jika berhasil, akan keluar dari bebek tersebut bermacam-macam barang yang muncul secara acak. Jika gagal, maka gamepun akan berakhir.
Selain itu terdapat pula koleksi barang-barang yang telah kamu dapatkan dari si bebek ajaib. Kamu dapat melihatnya pada pilihan di menu utama. Tentunya juga ada sistem high score untuk merekam prestasi kamu.
Seperti Galactic Rush, game ini secara grafis dipoles dengan baik dan memiliki cerita yang unik. Tertarik untuk memainkannya? Segera unduh di tautan berikut ini: Android | Windows Phone.

Merasakan Terbang dengan Oculus VR


Oculus VR adalah salah satu platform baru untuk game. Tidak asing jika seandainya banyak sekali prototype yang memanfaatkan Oculus VR, karena platform ini masih sangat baru, sehingga masih banyak potensi yang perlu dieksplor untuk membuat game yang tidak hanya tampil nyata, akan tetapi menawarkan sebuah gameplay yang sangat unik.
Sebuah tim yang berasal dari Zurich University, menciptakan sebuah inovasi baru yang memanfaatkan Oculus VR, yaitu Birdly. Sebuah perangkat yang menjadikan kita dapat merasakan terbang layaknya seekor burung.

Cara menggunakan Birdly, kita tiduran di atas perangkat tersebut dengan menghadap kebawah, sehingga tubuh kita seperti sedang tengkurap. Lalu mata kita menggunakan Oculus VR sebagai pandangan kita. Ketika sedang terbang di dalam dunia virtual, kita akan merasakan angin berhembus yang berasal dari kipas yang berada di depan wajah kita. Putaran angin dari kipas juga mengikuti derasnya angin dari game. Nantinya perangkat Birdly ini akan dipamerkan di Swissnex, San Francisco bulan depan.
Dilaporkan dari Gamasutra, Max Rheiner, ketua dari tim eksperimen ini mengatakan akan membuat eksperimen selanjutnya, yaitu perangkat yang memberikan pengalaman terbang dengan posisi tubuh vertikal, layaknya hantu yang sedang terbang. Tentu saja eksperimen tersebut akan menciptakan perangkat baru.

Penyebab Alienware Menggunakan Windows


Alienware menggunakan OS Windows pada produk console-PC mereka jelas bukan tanpa sebab. Frank Azor, executive director dari Alienware PC gaming division of Dell mengatakan bahwaValve melakukan delay peluncuran Steam Machine. Hal ini disebabkan karena adanya negative feedback pada Steam Controller yang didapat , sehingga Valve melakukan delay karena diharapkan Steam Controller bisa mempermudah para gamer untuk bermain game-game PC di ruang keluarga dengan televisi.

Frank Azor menambahkan, untuk tahun depan (2015) nanti, Alienware tetap akan merilis versi SteamOS-nya. Pada dasarnya Alienware ingin menjadikan PC Gaming bisa dimainkan bersama keluarga di ruang keluarga.

“It’s our objective to bring PC gaming to the living room, we’re delivering a solution that makes Windows a great experience on the TV. This is an experience designed for the living room.” – Frank Azor.